Tes psikotes kepribadian adalah salah satu jenis tes yang kerap digunakan dalam proses rekrutmen karyawan. Fakta uniknya, tidak ada kepribadian yang sama di dunia ini, itulah sebabnya setiap manusia memiliki perbedaan dalam bertindak, berpikir, merasakan, dan lain sebagainya.
Nah, salah satu cara yang bisa menilai kepribadian seseorang dengan valid adalah melakukan tes psikotes kepribadian. Tes ini juga terbagi menjadi beberapa bagian, simak penjelasan selengkapnya dalam artikel di bawah ini.
Seperti yang sudah dijelaskan, tes psikotes kepribadian adalah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan dan kepribadian seseorang.
Pada dasarnya, tes ini merupakan turunan dari disiplin ilmu psikometri, yaitu gabungan dari psikologi dan metrik. Di mana, komponen utama ilmu tersebut adalah kepribadian, sedangkan komponen lainnya merupakan kecerdasan dan kognitif.
Terdapat beberapa jenis tes psikotes yang paling umum digunakan untuk calon karyawan. Meski terlihat sederhana, namun nyatanya tak sedikit orang yang gagal dalam tahap psikotes. Untuk itu, sebaiknya kamu memahami apa saja jenis tes psikotes kepribadian dan mempelajarinya. Berikut masing-masing penjelasannya.
Jenis tes psikotes ini cukup populer, mengingat bahwa hampir semua pekerjaan berkaitan dengan angka. Biasanya, tes numerik disajikan dalam bentuk pilihan ganda. Di sini, kamu harus pandai mencari-cari angka yang tepat dan berhubungan satu sama lain, ini contohnya:
Sumber: Examveda
Baca juga: Apa itu Rekrutmen Karyawan? Kenali Metode dan Prosesnya Dengan Tepat
Tes psikotes kepribadian berikutnya adalah tes bahasa artifisial. Tes ini menggunakan bahasa bermakna yang ditulis mengikuti pola tertentu. Tugas peserta adalah memecahkan pola yang digunakan agar bisa menemukan jawabannya. Berikut contoh tes psikotes kepribadian dengan bahasa artifisial:
Sumber: Tokopedia
Tes penalaran logika terbagi menjadi dua jenis, yaitu pertanyaan dan konklusi serta pernyataan dan asumsi. Pada tes penalaran logika pernyataan dan konklusi, peserta harus mencocokkan hubungan antara dua pernyataan.
Tes ini sering kali mengecoh sehingga peserta harus benar-benar memikirkannya secara seksa. Contohnya begini:
Sementara itu, pada tes penalaran logika pernyataan dan asumsi, peserta harus melakukan penalaran. Di dalam soal akan tertulis sebuah pernyataan dan diikuti dengan beberapa asumsi. Peserta harus memilih asumsi yang paling tepat. Berikut contohnya:
DISC (dominan, influence, steadiness, and conscientiousness) adalah salah satu tes psikotes kepribadian untuk kerja yang paling sering digunakan dalam proses rekrutmen karyawan. Pasalnya, tes ini dapat memberikan informasi mengenai bagaimana seseorang bekerja dan beradaptasi di tempat kerja.
Selain itu, tes ini juga dapat membantu meningkatkan komunikasi, produktivitas, dan kerja tim di perusahaan. Berikut adalah contoh soalnya:
Bagaimana cara Anda biasanya berinteraksi dengan orang lain dalam sebuah kelompok?
a. Saya biasanya mengambil peran kepemimpinan dan mengarahkan jalannya diskusi.
b. Saya lebih suka mendengarkan dan berpartisipasi ketika diperlukan.
c. Saya berusaha untuk memastikan bahwa semua orang terlibat dan merasa nyaman.
d. Saya cenderung menjaga jarak dan hanya berbicara ketika diperlukan.
Baca juga: Apa itu End to End Recruitment dan Panduan Bagi Perusahaan untuk Melakukannya
Tes psikotes kepribadian yang satu ini dapat membantu rekruter untuk melihat kemampuan calon karyawan dalam menghadapi suatu masalah. Soal tes ini biasanya mencakup berbagai jenis soal, mulai dari analog, sinonim, dan antonim dari sebuah kata. Kendati demikian, penggunaan logika menjadi kunci dalam mengerjakan tes analog verbal. Contoh soalnya seperti ini:
Sumber: LinkedIn
Tes ini mencakup deretan angka, di mana peserta harus memahami pola deretan tersebut akan bisa menemukan jawabannya. Pola tersebut bisa dipecahkan melalui pembagian, persentase, pengurangan, penambahan, atau kombinasi. Tes ini dapat mengukur kemampuan peserta dalam menganalisis. Contoh tes logika algoritma adalah:
Sumber: Konsultan Psikologi Jakarta
Tes kraepelin dikenal juga dengan tes koran. Pada tes ini, peserta diminta untuk melakukan perhitungan pada angka-angka yang tersusun secara vertikal. Melalui tes kraepelin, rekruter dapat melihat seberapa cepat, teliti, dan konsisten seseorang. Ini adalah contoh soal tes kraepelin:
Sumber: Gudang Loker
Tes psikotes kepribadian ini ditemukan oleh Ehrig Wartegg. Pada tes ini, peserta dihadapkan dengan 8 kotak yang berisi pola berbeda-beda. Kemudian, peserta harus meneruskan pola tersebut agar bisa menjadi suatu gambar sesuai imajinasinya.
Tes wartegg bermanfaat untuk mengukur kemampuan seseorang dalam beradaptasi dan menyelesaikan masalah, serta tingkat keuletannya. Berikut contoh soalnya:
Sumber: Tekno Play
Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu terapkan saat akan mengerjakan tes psikotes kepribadian:
Nah, itu dia beberapa jenis tes psikotes kepribadian yang mungkin perlu kamu pelajari. Apabila sudah siap, kini saatnya kamu mencari lowongan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya. Tenang, kamu bisa melihat berbagai tawaran posisi dari bermacam-macam perusahaan melalui portal lowongan pekerjaan di RecruitFirst.
Cukup dengan mencari posisi yang ingin kamu lamar, kemudian submit CV, resume, portofolio, atau dokumen lain yang diminati oleh perusahaan. Lalu, RecruitFirst akan menghubungimu bila kamu cocok dengan posisi yang sedang dibutuhkan. Cukup praktis, bukan?
Tenang, jika belum mendapatkan posisi yang sesuai, daftar untuk pemberitahuan pekerjaan sehingga kami bisa menginformasikan posisi atau peluang baru yang lebih sesuai dengan minat dan kemampuanmu. Yuk, dapatkan pekerjaan yang kamu inginkan bersama RecruitFirst!
Baca juga: 5 Jawaban Mengapa Anda Tertarik Bekerja di Perusahaan Kami