Logo Recruit First White

Induction Training: Arti dan Manfaatnya untuk Karyawan

RecruitFirst
Learning from Recruiter
Publish Date: 31 Mei 2024
Last Edited: 26 Jul 2024
Induction Training: Arti dan Manfaatnya untuk Karyawan

Dalam pelatihan dan strategi pengembangan SDM di lingkungan kerja, terdapat induction training yang menjadi fondasi kuat untuk karyawan baru. Induction training adalah pelatihan induksi yang menjadi langkah awal dalam strategi mengintegrasikan karyawan baru ke dalam dunia kerja, budaya perusahaan, dan juga menyiapkan mereka agar bisa meraih kesuksesan dalam perannya. 

Training ini juga memiliki beberapa manfaat yang patut dipertimbangkan. Untuk memahami lebih lanjut mengenai hal ini, simak ulasan lengkap berikut ini.

Apa itu Induction Training?

Proses induksi atau induction training artinya program pelatihan yang dirancang untuk membantu karyawan baru beradaptasi dengan lingkungan kerja barunya. Program ini memperkenalkan nilai-nilai perusahaan, tugas dan tanggung jawab, serta peraturan yang berlaku kepada karyawan baru.

Sementara itu, induction training dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu formal dan informal. Induction training formal adalah program yang dirancang dan dijalankan oleh departemen HRD dan dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu saat karyawan baru bergabung dengan perusahaan.

Di sisi lain, induction training informal merupakan proses pembelajaran mandiri yang dilakukan karyawan baru dengan bimbingan dari rekan kerja atau atasan langsung. Dalam hal ini, departemen HRD hanya berperan sebagai fasilitator untuk memenuhi kebutuhan karyawan baru.

Melalui induction training, karyawan baru tidak hanya langsung bekerja, tetapi juga memahami lingkup kerja sesuai dengan jabatannya, jenis dan ukuran perusahaan, serta budaya kerja yang berlaku. Hal ini dilakukan untuk membantu karyawan baru beradaptasi dengan cepat dan berkontribusi secara efektif bagi perusahaan.

Adapun jika kamu bertanya induction training berapa lama, maka jawabannya adalah tergantung dengan perusahaan. Biasanya, induction training dilakukan satu minggu, satu bulan, dan sekali dalam sebulan pada tahun pertama bekerja. 

Manfaat Induction Training 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, induction training adalah proses pengenalan perusahaan oleh karyawan baru. Program ini dilakukan karena memiliki manfaat yang baik bagi perusahaan maupun karyawan, adapun manfaat dari induction training adalah sebagai berikut:

1. Mengurangi Risiko Turnover 

Manfaat pertama induction training adalah mengurangi risiko turnover atau pergantian karyawan karena rendahnya keterlibatan terhadap perusahaan atau employee engagement. Kurangnya keterlibatan ini dapat terjadi ketika karyawan tidak memahami visi dan misi perusahaan serta manfaat yang mereka dapatkan selama bekerja.

Melalui program ini, perusahaan dapat memperkenalkan employer branding, nilai-nilai perusahaan, program kompensasi, program di luar jam kerja, dan berbagai benefit lain untuk karyawan. Dengan memahami informasi tersebut, karyawan akan lebih mengenal perusahaan tempat mereka bekerja sehingga mengurangi tingkat turnover.

Baca juga: Apa itu End to End Recruitment dan Panduan Bagi Perusahaan untuk Melakukannya

2. Internalisasi Budaya dan Nilai Perusahaan

Memahami budaya perusahaan merupakan faktor yang memengaruhi kinerja  karyawan, terutama karyawan baru. Dengan begitu, induction training adalah salah satu cara efektif untuk menanamkan pemahaman mengenai nilai dan budaya perusahaan kepada karyawan.

Melalui induction training, karyawan baru tidak hanya memahami nilai-nilai perusahaan, tetapi juga didorong untuk menganut dan menjadi bagian dari budaya tersebut. Dengan begitu, perusahaan dapat mewujudkan organisasi yang kompak, beretika, dan lebih produktif.

3. Memastikan Pengetahuan Karyawan Sama

Perbedaan pengetahuan antara karyawan baru dan lama dalam suatu perusahaan dapat menjadi celah munculnya kesalahpahaman dan inefisiensi. Untuk mengatasinya, kamu sebagai HR dapat melakukan induction training agar bisa menyamakan pemahaman seluruh karyawan, mulai dari metode kerja, penyampaian informasi, hingga cara menyelesaikan masalah.

Dengan memiliki acuan yang sama, karyawan baru dapat lebih cepat beradaptasi dan berkontribusi secara optimal. Di sisi lain, karyawan lama pun terhindar dari miskomunikasi dan frustasi dalam membimbing kolega baru. Selain itu, dampak positif induction training adalah aktivitas kerja sehari-hari menjadi lebih efektif, minim friksi, dan terjalin kekompakan tim yang solid sehingga produktivitas perusahaan meningkat.

4. Efisiensi Biaya dan Waktu 

Proses induksi dirancang untuk membekali karyawan dengan sumber daya yang tepat, baik berupa pengetahuan maupun alat untuk bekerja secara efektif. Pemenuhan kebutuhan karyawan secara cepat dan tepat ini dapat meminimalkan risiko terjadinya kesalahan manusia atau human error dan keterlambatan dalam menyelesaikan tugas. 

Pada akhirnya, program induction training adalah solusi untuk meningkatkan produktivitas karyawan dan memungkinkan mereka agar mengeluarkan kemampuan terbaiknya sehingga secara langsung berkontribusi pada efisiensi waktu dan biaya.

Baca juga: Perbedaan Rekrutmen Internal dan Eksternal dari Berbagai Sisi

5. Menghargai Karyawan 

Banyak perusahaan dihadapkan dengan kasus di mana karyawan baru mengajukan resign atau tidak menunjukkan performa terbaiknya selama masa probation. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya rasa aman dan lingkungan kerja yang kondusif dari perusahaan kepada karyawan baru. Selain itu, kurangnya transparansi terkait kebutuhan kerja dan peran karyawan dalam proses bisnis perusahaan juga menjadi salah satu faktor utama banyaknya karyawan baru resign.

Oleh karena itu, induction training adalah solusi penting untuk mengatasi permasalahan ini karena HRD dapat memberikan gambaran yang jelas tentang proses bisnis perusahaan secara keseluruhan.

Contoh Induction Training dan Cara Menyusunnya

Banyak perusahaan terkemuka telah menerapkan pelatihan induksi yang efektif untuk menyambut karyawan baru mereka. Contohnya, perusahaan teknologi mungkin mengadakan sesi orientasi yang memperkenalkan produk dan layanan mereka, serta pelatihan teknis khusus. 

Di sektor ritel, pelatihan induksi mungkin lebih fokus pada layanan pelanggan dan operasi toko. Penting untuk dicatat, bahwa setiap industri dan perusahaan mungkin memiliki pendekatan yang berbeda dalam pelatihan induksi karena tergantung pada kebutuhan dan budaya mereka.

Sementara itu, cara menyusun induction training adalah sebagai berikut:

  1. Menentukan tujuan dan sasaran: apa yang ingin dicapai? (misalnya, retensi karyawan, produktivitas).
  2. Melihat target peserta: siapa yang akan mengikuti? (misalnya, karyawan baru lulusan)
  3. Menentukan metode pelatihan: presentasi, diskusi, aktivitas tim, dll.
  4. Menyiapkan materi pelatihan: informasi tentang perusahaan, budaya, kebijakan, peran, dll.
  5. Menyiapkan jadwal pelatihan: sesuai waktu yang tersedia.
  6. Melakukan evaluasi program: survei, wawancara, data kinerja.

Dari penjelasan di atas, kamu pasti setuju kalau induction training adalah proses yang perlu dilakukan oleh perusahaan kepada karyawan baru, bukan? Untuk memastikan proses ini berjalan dengan efektif, kamu perlu mengembangkan dan menyesuaikan pelatihannya agar tetap efektif dan relevan dalam menyiapkan karyawan baru yang sukses di perannya. 

Sebelum melakukan proses induction training, kamu sebagai HRD perlu merekrut karyawan yang sesuai dengan perusahaan. Dalam hal ini, kamu bisa menggunakan layanan RecruitFirst yang akan membantumu menemukan karyawan, mulai dari screening CV, wawancara, hingga on boarding

Oleh karena itu, jika kamu tertarik menggunakan layanan ini segera hubungi kami sekarang juga!

Baca juga: Temukan Kandidat yang Tepat dengan 7 Cara Interview Calon Karyawan

Debby Lim
Author
Debby Lim

As the business leader of RecruitFirst Indonesia, Debby brings over 13 years of industry experience to the team. With a wealth of knowledge across various industries, Debby excels at handling diverse roles and delivering exceptional results.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *