Logo Recruit First White

Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan “Siapa Role Model Anda” Saat Interview

You Ask, We Answer
Publish Date: 15 Sep 2025
Last Edited: 15 Sep 2025
Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan “Siapa Role Model Anda” Saat Interview

Pertanyaan “Siapa role model Anda?” sering muncul dalam sesi interview kerja. Walaupun terdengar sederhana, jawaban atas pertanyaan ini sebenarnya bisa menjadi penilaian penting bagi perusahaan untuk memahami nilai, motivasi, serta kepribadian kandidat. Melalui pertanyaan ini, rekruter ingin melihat sejauh mana calon karyawan memiliki inspirasi yang relevan dengan budaya perusahaan, dan bagaimana mereka meneladani sifat positif dari sosok tersebut dalam kehidupan profesionalnya.

Artikel ini akan membahas bagaimana cara menjawab pertanyaan ini secara tepat, sehingga memberikan kesan positif kepada rekruter, baik ketika Anda melamar melalui recruitment agency di Indonesia, employment agency, maupun perusahaan yang menggunakan jasa outsourcing Jakarta.

Mengapa Pertanyaan “Siapa Role Model Anda” Penting?

Perusahaan ingin memastikan bahwa kandidat tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga nilai yang sejalan dengan visi mereka. Role model yang dipilih biasanya mencerminkan karakter seseorang:

  • Apakah ia menghargai kerja keras?
  • Apakah ia menjunjung tinggi integritas?
  • Apakah ia terbuka terhadap pembelajaran?

Dengan menjawab pertanyaan ini dengan tepat, Anda bisa menunjukkan kepribadian yang kuat sekaligus relevan dengan posisi yang dilamar.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Banyak kandidat yang terjebak dalam dua kesalahan utama:

  1. Menjawab terlalu umum – Misalnya menyebut tokoh populer seperti “Elon Musk” atau “Bill Gates” tanpa penjelasan spesifik. Hal ini bisa membuat jawaban terdengar klise dan kurang personal.
  2. Tidak mengaitkan dengan dunia kerja – Role model memang bisa berasal dari keluarga, guru, atau tokoh masyarakat, tetapi penting untuk menunjukkan kaitan sifat mereka dengan profesionalisme Anda.

Strategi Menjawab Pertanyaan “Siapa Role Model Anda?”

Berikut beberapa langkah untuk menjawab dengan tepat:

1. Pilih Role Model yang Relevan

Role model tidak harus orang terkenal. Bisa saja orang tua, atasan, atau kolega yang memberi dampak besar pada cara Anda bekerja. Yang terpenting adalah bagaimana nilai mereka membentuk karakter Anda.

Contoh:
“Saya menjadikan mantan atasan saya sebagai role model karena beliau selalu menekankan pentingnya komunikasi terbuka di dalam tim. Dari beliau saya belajar bagaimana menjaga hubungan kerja yang sehat dan produktif.”

2. Jelaskan Alasannya

Hindari jawaban singkat. Berikan alasan yang konkret agar rekruter memahami apa yang benar-benar menginspirasi Anda.

Contoh:
“Saya mengagumi Nelson Mandela bukan hanya karena perjuangannya, tetapi juga karena kemampuannya untuk memaafkan dan membangun kembali hubungan. Dalam konteks pekerjaan, saya meneladani sikap itu dengan selalu berusaha membangun kerja sama meskipun ada perbedaan pendapat.”

3. Kaitkan dengan Dunia Profesional

Perusahaan akan lebih tertarik jika Anda bisa menghubungkan nilai role model dengan kontribusi nyata dalam pekerjaan.

Contoh:
“Dari ibu saya, saya belajar ketekunan dan disiplin. Sifat itu saya terapkan dalam menyelesaikan proyek tepat waktu, bahkan dalam situasi penuh tekanan.”

4. Tunjukkan Nilai yang Sejalan dengan Perusahaan

Jika melamar di perusahaan yang menekankan kolaborasi, sebutkan role model yang menunjukkan nilai kerja sama. Jika melamar di startup, tekankan inovasi dan keberanian mengambil risiko.

Contoh Jawaban yang Bisa Digunakan

  • Untuk posisi leadership:
    “Saya menjadikan Satya Nadella, CEO Microsoft, sebagai role model. Beliau menunjukkan kepemimpinan yang berfokus pada empati, dan itu menginspirasi saya untuk selalu memahami tim sebelum mengambil keputusan.”
  • Untuk posisi entry-level:
    “Role model saya adalah dosen pembimbing saya, karena beliau selalu mendorong saya untuk berpikir kritis dan mencari solusi kreatif. Hal itu membuat saya terbiasa menghadapi tantangan dengan cara yang inovatif.”

Tips Tambahan Saat Menjawab di Interview

  1. Jujur dan autentik – Jangan hanya menyebut nama besar agar terlihat keren. Pilih sosok yang benar-benar berpengaruh dalam hidup Anda.
  2. Singkat, padat, jelas – Usahakan jawaban tidak lebih dari dua menit, agar tetap fokus.
  3. Hindari kontroversi – Jangan menyebut tokoh politik atau figur yang bisa menimbulkan perdebatan.

Baca juga: Apa Itu Reference Check dan Bagaimana Pengaruhnya ke Hasil Rekrutmen?

Kesimpulan

Pertanyaan “Siapa role model Anda?” dalam interview bukan sekadar formalitas. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan nilai pribadi, sikap profesional, serta bagaimana Anda bisa berkontribusi pada perusahaan. Dengan memilih role model yang relevan, menjelaskan alasannya dengan konkret, dan menghubungkannya dengan pekerjaan, Anda dapat memberikan jawaban yang mengesankan.

Jika Anda ingin mempersiapkan diri lebih baik menghadapi interview, bekerja sama dengan mitra profesional bisa menjadi solusi. RecruitFirst Indonesia, sebagai salah satu recruitment agency di Indonesia, siap membantu Anda menemukan peluang kerja terbaik. Kami juga berpengalaman sebagai employment agency dan mendukung perusahaan melalui layanan outsourcing Jakarta.

Hubungi kami untuk mendapatkan bimbingan profesional dalam proses rekrutmen maupun persiapan karier Anda berikutnya.

Debby Lim
Author
Debby Lim

As the business leader of RecruitFirst Indonesia, Debby brings over 13 years of industry experience to the team. With a wealth of knowledge across various industries, Debby excels at handling diverse roles and delivering exceptional results.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *