Pertanyaan “Siapa role model Anda?” sering muncul dalam sesi interview kerja. Walaupun terdengar sederhana, jawaban atas pertanyaan ini sebenarnya bisa menjadi penilaian penting bagi perusahaan untuk memahami nilai, motivasi, serta kepribadian kandidat. Melalui pertanyaan ini, rekruter ingin melihat sejauh mana calon karyawan memiliki inspirasi yang relevan dengan budaya perusahaan, dan bagaimana mereka meneladani sifat positif dari sosok tersebut dalam kehidupan profesionalnya.
Artikel ini akan membahas bagaimana cara menjawab pertanyaan ini secara tepat, sehingga memberikan kesan positif kepada rekruter, baik ketika Anda melamar melalui recruitment agency di Indonesia, employment agency, maupun perusahaan yang menggunakan jasa outsourcing Jakarta.
Perusahaan ingin memastikan bahwa kandidat tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga nilai yang sejalan dengan visi mereka. Role model yang dipilih biasanya mencerminkan karakter seseorang:
Dengan menjawab pertanyaan ini dengan tepat, Anda bisa menunjukkan kepribadian yang kuat sekaligus relevan dengan posisi yang dilamar.
Banyak kandidat yang terjebak dalam dua kesalahan utama:
Berikut beberapa langkah untuk menjawab dengan tepat:
Role model tidak harus orang terkenal. Bisa saja orang tua, atasan, atau kolega yang memberi dampak besar pada cara Anda bekerja. Yang terpenting adalah bagaimana nilai mereka membentuk karakter Anda.
Contoh:
“Saya menjadikan mantan atasan saya sebagai role model karena beliau selalu menekankan pentingnya komunikasi terbuka di dalam tim. Dari beliau saya belajar bagaimana menjaga hubungan kerja yang sehat dan produktif.”
Hindari jawaban singkat. Berikan alasan yang konkret agar rekruter memahami apa yang benar-benar menginspirasi Anda.
Contoh:
“Saya mengagumi Nelson Mandela bukan hanya karena perjuangannya, tetapi juga karena kemampuannya untuk memaafkan dan membangun kembali hubungan. Dalam konteks pekerjaan, saya meneladani sikap itu dengan selalu berusaha membangun kerja sama meskipun ada perbedaan pendapat.”
Perusahaan akan lebih tertarik jika Anda bisa menghubungkan nilai role model dengan kontribusi nyata dalam pekerjaan.
Contoh:
“Dari ibu saya, saya belajar ketekunan dan disiplin. Sifat itu saya terapkan dalam menyelesaikan proyek tepat waktu, bahkan dalam situasi penuh tekanan.”
Jika melamar di perusahaan yang menekankan kolaborasi, sebutkan role model yang menunjukkan nilai kerja sama. Jika melamar di startup, tekankan inovasi dan keberanian mengambil risiko.
Baca juga: Apa Itu Reference Check dan Bagaimana Pengaruhnya ke Hasil Rekrutmen?
Pertanyaan “Siapa role model Anda?” dalam interview bukan sekadar formalitas. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan nilai pribadi, sikap profesional, serta bagaimana Anda bisa berkontribusi pada perusahaan. Dengan memilih role model yang relevan, menjelaskan alasannya dengan konkret, dan menghubungkannya dengan pekerjaan, Anda dapat memberikan jawaban yang mengesankan.
Jika Anda ingin mempersiapkan diri lebih baik menghadapi interview, bekerja sama dengan mitra profesional bisa menjadi solusi. RecruitFirst Indonesia, sebagai salah satu recruitment agency di Indonesia, siap membantu Anda menemukan peluang kerja terbaik. Kami juga berpengalaman sebagai employment agency dan mendukung perusahaan melalui layanan outsourcing Jakarta.
Hubungi kami untuk mendapatkan bimbingan profesional dalam proses rekrutmen maupun persiapan karier Anda berikutnya.