Logo Recruit First White

Garden Leave vs Notice Period: Apa Perbedaannya?

Learning from Recruiter
Publish Date: 05 Jun 2026
Last Edited: 08 Jun 2026
Garden Leave vs Notice Period: Apa Perbedaannya?

Saat seorang karyawan memutuskan untuk mengundurkan diri atau menerima tawaran kerja dari perusahaan lain, biasanya akan ada masa transisi sebelum hubungan kerja berakhir secara resmi. Dalam dunia kerja, dua istilah yang sering muncul dalam situasi ini adalah garden leave dan notice period.

Meskipun keduanya sama-sama terjadi menjelang berakhirnya masa kerja seorang karyawan, garden leave dan notice period memiliki tujuan, aturan, serta dampak yang berbeda bagi perusahaan maupun karyawan. Memahami perbedaan keduanya menjadi penting, terutama bagi HR, manajer, dan profesional yang sedang mempertimbangkan perpindahan karier.

Apa Itu Notice Period?

Notice period adalah periode pemberitahuan yang harus dijalani karyawan setelah mengajukan pengunduran diri dan sebelum hari kerja terakhirnya. Selama masa ini, karyawan tetap bekerja seperti biasa dan menjalankan tanggung jawabnya sesuai dengan kontrak kerja.

Tujuan notice period antara lain:

  • Memberikan waktu bagi perusahaan untuk mencari pengganti.
  • Memastikan proses handover pekerjaan berjalan lancar.
  • Mengurangi gangguan terhadap operasional bisnis.
  • Menyelesaikan proyek atau tugas yang masih berjalan.

Durasi notice period berbeda-beda tergantung kebijakan perusahaan, posisi karyawan, serta perjanjian kerja yang berlaku. Di Indonesia, masa pemberitahuan umumnya berkisar antara 30 hingga 90 hari untuk posisi tertentu.

Apa Itu Garden Leave?

Garden leave adalah kondisi ketika karyawan yang telah mengajukan resign atau telah diberhentikan tetap tercatat sebagai karyawan dan menerima gaji, tetapi tidak diwajibkan untuk bekerja selama sebagian atau seluruh masa notice period.

Selama garden leave, karyawan biasanya:

  • Tetap menerima gaji dan tunjangan sesuai kontrak.
  • Tidak perlu datang ke kantor.
  • Tidak memiliki akses ke sistem internal perusahaan.
  • Tidak diperbolehkan bekerja untuk kompetitor hingga masa kerja berakhir secara resmi.
  • Tetap terikat dengan kewajiban kerahasiaan perusahaan.

Konsep ini banyak digunakan pada posisi senior, manajemen, sales strategis, hingga eksekutif yang memiliki akses terhadap informasi bisnis penting atau hubungan dengan klien utama.

Perbedaan Garden Leave dan Notice Period

Meskipun sama-sama terjadi sebelum hubungan kerja berakhir, terdapat beberapa perbedaan mendasar antara keduanya.

1. Kewajiban Bekerja

Pada notice period, karyawan masih bekerja dan menjalankan tanggung jawabnya seperti biasa.

Sebaliknya, pada garden leave, karyawan tidak diwajibkan bekerja meskipun statusnya masih sebagai karyawan perusahaan.

2. Akses terhadap Informasi Perusahaan

Karyawan yang menjalani notice period umumnya masih memiliki akses terhadap sistem, dokumen, dan informasi yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Sementara itu, pada garden leave, akses tersebut biasanya dibatasi atau dihentikan untuk melindungi informasi sensitif perusahaan.

3. Risiko Bisnis

Notice period berpotensi menimbulkan risiko apabila karyawan akan bergabung dengan kompetitor dan masih memiliki akses terhadap data penting perusahaan.

Garden leave hadir sebagai solusi untuk meminimalkan risiko tersebut dengan membatasi keterlibatan karyawan dalam aktivitas bisnis selama masa transisi.

4. Tujuan Utama

Notice period berfokus pada kelancaran proses transisi dan transfer pekerjaan.

Garden leave lebih berfokus pada perlindungan kepentingan bisnis, hubungan pelanggan, strategi perusahaan, dan informasi rahasia.

Mengapa Perusahaan Menerapkan Garden Leave?

Semakin banyak perusahaan global yang menerapkan garden leave sebagai bagian dari strategi manajemen risiko sumber daya manusia.

Beberapa alasan utamanya meliputi:

Melindungi Informasi Rahasia

Karyawan senior sering kali memiliki akses terhadap strategi bisnis, data pelanggan, informasi keuangan, maupun rencana ekspansi perusahaan. Garden leave membantu mengurangi risiko penyebaran informasi tersebut kepada kompetitor.

Menjaga Hubungan dengan Klien

Dalam industri yang mengandalkan relasi bisnis, perusahaan ingin memastikan klien tidak langsung berpindah mengikuti karyawan yang resign.

Mengurangi Konflik Kepentingan

Jika seorang karyawan telah menerima tawaran dari perusahaan pesaing, garden leave dapat menjadi langkah preventif untuk menghindari konflik kepentingan selama masa transisi.

Menjaga Stabilitas Internal

Perusahaan juga dapat memanfaatkan garden leave untuk menjaga stabilitas tim dan mengurangi potensi gangguan terhadap produktivitas organisasi.

Apakah Garden Leave Umum di Indonesia?

Dibandingkan negara seperti Inggris atau Australia, penerapan garden leave di Indonesia masih relatif terbatas. Namun, praktik ini mulai banyak ditemukan pada perusahaan multinasional, sektor keuangan, teknologi, manufaktur, serta perusahaan yang mempekerjakan eksekutif senior.

Seiring meningkatnya persaingan perebutan talenta dan perlindungan aset intelektual perusahaan, kemungkinan penggunaan garden leave di Indonesia juga akan semakin meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Peran Headhunter dalam Proses Transisi Talenta

Baik notice period maupun garden leave sering menjadi bagian dari proses perpindahan kandidat yang direkrut melalui layanan headhunter.

Bagi perusahaan yang mencari kandidat untuk posisi strategis, bekerja sama dengan headhunter di Jakarta maupun headhunter di Indonesia dapat membantu memastikan proses rekrutmen berjalan lebih efektif. Selain menemukan kandidat yang tepat, headhunter juga memahami dinamika perpindahan talenta, termasuk masa notice period, klausul non-compete, hingga kemungkinan penerapan garden leave.

Dengan pemahaman yang baik terhadap kondisi pasar tenaga kerja, perusahaan dapat merencanakan proses hiring secara lebih realistis dan menghindari keterlambatan onboarding kandidat.

Baca juga: Mengenal Career Catfishing: Penyebab Karyawan Baru Cepat Resign

Kesimpulan

Perbedaan utama antara garden leave dan notice period terletak pada aktivitas kerja karyawan selama masa transisi. Pada notice period, karyawan tetap bekerja hingga hari terakhirnya, sedangkan pada garden leave karyawan tetap menerima kompensasi tetapi tidak menjalankan pekerjaan sehari-hari.

Bagi perusahaan, kedua mekanisme ini memiliki fungsi yang berbeda namun sama-sama penting untuk menjaga kelancaran operasional dan melindungi kepentingan bisnis. Sementara bagi karyawan, memahami ketentuan tersebut dapat membantu mereka mempersiapkan proses perpindahan kerja dengan lebih baik.

Jika perusahaan Anda sedang mencari talenta terbaik untuk posisi strategis atau membutuhkan dukungan rekrutmen profesional, RecruitFirst Indonesia siap membantu. Dengan pengalaman sebagai salah satu penyedia solusi rekrutmen dan headhunting terpercaya, kami membantu perusahaan menemukan kandidat berkualitas sesuai kebutuhan bisnis.

Hubungi kami hari ini untuk mengetahui bagaimana RecruitFirst Indonesia dapat membantu kebutuhan rekrutmen perusahaan Anda.

Debby Lim
Author
Debby Lim

As the business leader of RecruitFirst Indonesia, Debby brings over 13 years of industry experience to the team. With a wealth of knowledge across various industries, Debby excels at handling diverse roles and delivering exceptional results.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *