Baik freelance (pekerja lepas) maupun part time adalah pekerjaan yang banyak dipilih oleh mahasiswa karena jam kerjanya yang fleksibel. Namun, beberapa orang mungkin masih belum memahami tentang perbedaan freelance dan part time, mulai dari sistem kerja, gaji, jam kerja, dan lain-lain.
Bila kamu ingin mencari pekerjaan freelance atau part time, namun belum yakin mengenai perbedaan keduanya dan mana yang paling cocok untukmu, mari simak penjelasan tentang bedanya part time dan freelance dalam artikel di bawah ini.
Baca Juga: Apa itu Pekerja Lepas serta Aturannya di Indonesia
Part time (paruh waktu) adalah pekerjaan yang dilakukan dalam jangka waktu kurang dari 8 jam selayaknya full time. Umumnya, part time dilakukan setengah hari (5–6 jam), misalnya dari pukul 7 pagi sampai 12 siang atau dari pukul 12 siang sampai 5 sore, dan lain-lain tergantung dari jam kerja perusahaan.
Kebanyakan pekerja part time merupakan pekerja tetap atau kontrak dalam satu perusahaan tertentu. Gaji yang diberikan pun telah diatur dalam PP No. 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Kebijakan tersebut menjelaskan bahwa pekerja part time akan diberikan upah per jam atau dengan perhitungan tertentu.
Sementara itu, freelance adalah pekerjaan yang dilakukan tanpa adanya ikatan atau kontrak dengan perusahaan tertentu. Pekerja freelance biasanya dapat mengerjakan pekerjaannya dari mana saja, jamnya pun sangat fleksibel dan tidak harus sesuai dengan jam kerja pada umumnya, namun tetap harus selesai dalam waktu yang telah disepakati.
Selain definisi di atas, perbedaan freelance dan part time juga dapat dilihat dari berbagai aspek lain, seperti sistem kerja, jam kerja, dan lain-lain. Berikut adalah masing-masing penjelasannya.
Perbedaan freelance dan part time yang paling menonjol adalah sistem kerjanya. Part time sebenarnya tidak jauh berbeda dengan full time, pekerjaan tersebut masih terikat dengan kontrak kerja, diharuskan pergi ke kantor, serta harus mematuhi segala peraturan di perusahaan tempatnya bekerja.
Di sisi lain, freelance tidak terikat dengan kontrak, aturan perusahaan, jarak, dan cenderung tanpa batasan. Tanggung jawab utama freelance adalah menyelesaikan tugas yang sudah diberikan dalam tenggat waktu yang telah disepakati.
Selain itu, pekerjaan freelance juga bisa berhenti kapan saja, biasanya tergantung dari proyek tertentu. Jika proyek sudah selesai, maka freelancer juga tidak akan lanjut. Sedangkan, part time yang notabene terikat kontrak harus bekerja sesuai dengan jangka waktu yang tertera di kontrak, misalnya 6 bulan atau 1 tahun.
Baca juga: 7 Cara Membuat Kontrak Kerja Karyawan yang Benar
Perbedaan freelance dan part time yang kedua yaitu jam kerja. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, part time adalah pekerjaan yang dilakukan dalam jangka waktu tidak sampai 8 jam seperti halnya full time. Namun, mereka tetap harus pergi ke kantor di waktu yang sudah ditentukan, misalnya harus masuk jam 8 pagi dan tidak boleh terlambat.
Sementara itu, freelance bisa bekerja kapan saja dan dari mana saja. Mereka tidak harus pergi ke kantor atau menyelesaikan pekerjaan pada hari itu pada umumnya jam kerja (8 pagi sampai 5 sore). Freelancer bisa bekerja di malam hari atau bahkan di tengah malam sekalipun.
Perbedaan freelance dan part time selanjutnya ada pada sistem penggajiannya. Part time sistem gajinya sama dengan full time, yaitu 1 bulan sekali pada tanggal tertentu di akhir bulan atau di awal bulan sesuai dengan kebijakan perusahaan. Jumlah gaji yang diterima pun selalu sama setiap bulannya, kecuali ada kenaikan gaji. Namun, jika dibandingkan dengan gaji full time, gaji part time akan lebih rendah.
Sedangkan, freelance akan menerima gaji saat proyek yang dikerjakan sudah selesai, jadi cenderung tidak pasti. Nominalnya pun bisa berbeda-beda tergantung dari pekerjaan yang diselesaikan. Katakanlah, kamu seorang freelance translator, semakin banyak kamu membuat translate, maka gaji yang didapatkan pun semakin tinggi, dan sebaliknya.
Baca juga: Cara Menghitung Gaji Per Hari dan Per Bulan yang Tepat
Cakupan bidang antara keduanya juga termasuk dalam perbedaan freelance dan part time. Bidang kerja freelance cenderung lebih luas dibandingkan part time. Di samping itu, mengingat bahwa freelance tidak terikat kontrak apa pun, maka ia bisa mengambil pekerjaan atau posisi yang berbeda di berbagai perusahaan.
Meski berbeda, namun part time dan freelance sama-sama memiliki jam kerja yang lebih fleksibel jika dibandingkan dengan full time, sehingga pekerjaan tersebut cocok bagi mahasiswa atau karyawan yang sedang mencari pekerjaan sampingan.
Namun, bila kamu sedang mencari pekerjaan utama, kami sarankan untuk memilih lowongan full time. Jangan bingung, kamu bisa melihat berbagai lowongan pekerjaan di laman RecruitFirst sesuai dengan bidang dan kemampuan kamu.
Cukup dengan mencari posisi yang ingin kamu lamar, kemudian submit CV, resume, portfolio, atau dokumen lain yang diminati oleh perusahaan. Lalu, RecruitFirst akan menghubungimu bila kamu cocok dengan posisi yang sedang dibutuhkan. Cukup praktis, bukan?
Tenang, jika belum mendapatkan posisi yang sesuai, daftar untuk pemberitahuan pekerjaan sehingga kami bisa menginformasikan posisi atau peluang baru yang lebih sesuai dengan minat dan kemampuanmu. Yuk, dapatkan pekerjaan yang kamu inginkan bersama RecruitFirst!
Baca juga: Cara Menulis Lamaran Kerja di Email yang Baik dan Benar