Dalam proses rekrutmen yang kompetitif saat ini, salah satu tantangan besar untuk para perekrut adalah ketika kandidat mundur dalam proses rekrutmen. Kandidat yang mundur sebelum menyelesaikan rekrutmen biasanya terjadi karena beberapa faktor. Misalnya, adanya kesempatan yang lebih menarik, proses rekrutmen yang lama dan berbelit, dan hal-hal lainnya. Untuk itu, penting bagi para pemberi kerja untuk memahami kiat mencegah kandidat mundur dalam rekrutmen, serta memastikan bahwa proses perekrutan berjalan lancar dan efektif. Simak cara-caranya di bawah ini!
Langkah pertama dalam mencegah kandidat mundur adalah dengan memprioritaskan kandidat yang sudah menunjukkan komitmen. Salah satu cara untuk mengetahui komitmen kandidat adalah dengan memfokuskan perhatian pada kandidat yang saat ini sudah bekerja. Meskipun mungkin awalnya tidak mudah untuk meyakinkan mereka pindah, kandidat yang sudah berada di posisi yang stabil di perusahaannya saat ini cenderung lebih berkomitmen setelah mereka memutuskan untuk pindah.
Sementara itu, kandidat-kandidat yang secara aktif mencari pekerjaan biasanya sudah memiliki berbagai tawaran atau sedang menjalani beberapa proses rekrutmen secara bersamaan. Oleh karena itu, potensi mereka untuk memilih perusahaan lain cenderung lebih besar.
Lebih lanjut, untuk mengevaluasi komitmen kandidat, perekrut dapat memeriksa durasi mereka bekerja di perusahaan sebelumnya, serta mencari tahu tentang riwayat pekerjaan mereka. Kandidat yang memiliki riwayat kerja yang stabil biasanya menunjukkan tingkat komitmen yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang sering berpindah pekerjaan, ataupun mereka selalu terbuka untuk kesempatan baru.
Pemeriksaan latar belakang yang komprehensif dapat membantu mengurangi risiko kandidat menarik diri. Selain melakukan pengecekan referensi (reference check) dan latar belakang lainnya, penting untuk menanyakan kepada kandidat tentang proses rekrutmen yang sedang mereka jalani. Jika kandidat terlibat dalam beberapa proses rekrutmen dan beberapa di antaranya telah mencapai tahap akhir seperti wawancara final, perekrut sebaiknya mempertimbangkan untuk tidak terlalu memfokuskan perhatian pada kandidat tersebut.
Untuk memahami komitmen kandidat lebih jauh, berikan kasus hipotesis, seperti menawarkan gaji dan deskripsi pekerjaan tertentu, dan tanyakan kepada mereka apakah mereka bersedia dengan tawaran tersebut. Ini dapat memberikan gambaran tentang seberapa serius mereka mempertimbangkan tawaran Anda.
Proses rekrutmen yang melibatkan proses dokumentasi yang berbelit dapat mengurangi minat kandidat, terutama jika waktu mereka terbatas. Banyak perusahaan besar meminta kandidat untuk mengisi dokumen yang panjang sebelum wawancara, yang dapat memakan waktu dan membuat kandidat kehilangan minat. Sebagai solusi, ubah dokumentasi dari berbasis kertas menjadi paperless. Selain itu, jika formulir aplikasi awalnya memerlukan lima atau lebih halaman, pertimbangkan untuk menyederhanakannya menjadi satu file zip atau satu sesi dengan wawancara.
Untuk mengatasi hal ini, jika perusahaan Anda bekerja sama dengan Recruitfirst Indonesia, kami akan melakukan wawancara secara daring terlebih dahulu dengan kandidat. Dengan dokumentasi yang tidak berbelit-belit, kandidat akan tetap tertarik untuk melanjutkan proses rekrutmen.
Selain mengandalkan sourcing secara daring (online), pertimbangkan untuk melakukan sourcing luring (offline), salah satunya campus hiring. Ajak kandidat menghadiri acara-acara luring yang diselenggarakan oleh perusahaan Anda. Dengan bertemu kandidat secara langsung, Anda dapat langsung menawarkan kesempatan dan melihat reaksi mereka secara langsung, baik melalui bahasa tubuh maupun respons verbal mereka.
Di Recruitfirst, kami senantiasa mencatat acara luring yang akan datang dan melakukan pendekatan langsung di tempat acara. Pendekatan ini dilakukan dengan cara yang sopan dan profesional untuk menarik kandidat yang potensial secara langsung.
Untuk menjaga kandidat tetap tertarik dan mencegah mereka mundur dari proses rekrutmen, tentunya diperlukan strategi yang efektif dan pendekatan yang terencana. Dengan menerapkan kiat-kiat di atas, seperti memprioritaskan kandidat yang berkomitmen, melakukan pemeriksaan latar belakang yang menyeluruh, mengurangi dokumentasi yang panjang, dan melakukan sourcing offline, Anda dapat meningkatkan peluang untuk mengisi posisi dengan kandidat yang tepat.
Jika waktu Anda sering terbuang untuk menunggu kabar dari kandidat, pertimbangkan untuk bekerja sama dengan Recruitfirst. Sebagai perusahaan outsourcing, kami menyediakan berbagai cara yang dapat membuat kandidat tetap terlibat sepanjang proses rekrutmen. Hubungi kami hari ini untuk merasakan pengalaman rekrutmen yang lebih efektif dan menyenangkan!