Dalam dunia kerja modern yang dinamis, fenomena boomerang employee semakin sering terjadi. Istilah ini merujuk pada karyawan yang pernah keluar dari sebuah perusahaan, lalu kembali bekerja di perusahaan yang sama setelah beberapa waktu. Dulu, banyak perusahaan cenderung ragu mempekerjakan kembali mantan karyawan. Namun, kini tren ini justru semakin disukai oleh HR, terutama di tengah persaingan ketat mencari talenta berkualitas.
Seperti boomerang yang dilempar lalu kembali, seorang boomerang employee meninggalkan perusahaan dengan berbagai alasan—mulai dari mencari tantangan baru, pindah ke kota lain, hingga melanjutkan studi—lalu kembali karena menemukan peluang atau kondisi yang lebih sesuai di tempat kerjanya dulu.
Alasan kembalinya bisa bermacam-macam:
Bagi perusahaan, ada beberapa alasan mengapa HR, headhunter, atau employment agency menyukai konsep ini:
Boomerang employee sudah memahami budaya, sistem kerja, dan ekspektasi perusahaan. Hal ini mengurangi waktu onboarding dan pelatihan, sehingga mereka bisa langsung produktif.
Dibanding merekrut orang baru dari nol, mempekerjakan kembali mantan karyawan dapat memangkas biaya rekrutmen, pelatihan, hingga adaptasi.
Mereka yang kembali umumnya memiliki rasa keterikatan lebih kuat. Mereka telah mencoba bekerja di tempat lain dan menyadari nilai positif perusahaan sebelumnya.
Ketika mantan karyawan ingin kembali, itu menunjukkan bahwa perusahaan memiliki budaya dan lingkungan kerja yang baik, sehingga meningkatkan employer branding di mata calon talenta lainnya.
Meski banyak keuntungan, perusahaan juga perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum merekrut kembali mantan karyawan:
Oleh karena itu, proses evaluasi harus tetap ketat, bahkan untuk boomerang employee. Di sinilah peran headhunter atau employment agency sangat penting.
Fenomena boomerang employee bisa dimanfaatkan oleh headhunter atau employment agency untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan talent. Dengan database kandidat yang kuat, agensi bisa menghubungi mantan karyawan berprestasi yang mungkin tertarik untuk kembali ke perusahaan lama, atau bahkan kembali dalam kapasitas baru.
Misalnya, RecruitFirst Indonesia—sebagai salah satu headhunter, employment agency, dan penyedia layanan outsourcing Jakarta—tidak hanya mencari kandidat baru, tetapi juga memanfaatkan jaringan kandidat lama untuk menemukan solusi cepat bagi perusahaan. Pendekatan ini membantu klien mendapatkan talenta yang sudah terbukti kemampuannya, menghemat waktu dan biaya rekrutmen.
Baca juga: Bagaimana Rekruter Membaca ‘Hidden Value’ di CV Kandidat?
Agar strategi merekrut kembali mantan karyawan berhasil, perusahaan dapat menerapkan langkah-langkah berikut:
Boomerang employee adalah aset berharga jika dikelola dengan tepat. Mereka membawa kombinasi unik antara pemahaman mendalam tentang perusahaan dan pengalaman baru yang didapat di luar. Tidak heran jika HR, headhunter, dan employment agency semakin melirik strategi ini untuk mengatasi tantangan perekrutan di era kompetisi talenta yang ketat.
Jika perusahaan Anda ingin memanfaatkan potensi boomerang employee atau membutuhkan bantuan mencari kandidat terbaik, RecruitFirst Indonesia siap membantu. Sebagai headhunter, employment agency, dan penyedia layanan outsourcing Jakarta, kami memiliki jaringan luas dan pengalaman dalam menghadirkan talenta yang tepat untuk kebutuhan Anda.
Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan solusi rekrutmen yang cepat, tepat, dan efektif.