Dalam beberapa tahun terakhir, istilah career cushioning semakin sering dibicarakan, terutama di kalangan profesional yang menghadapi dinamika dunia kerja yang cepat berubah. Fenomena ini muncul seiring ketidakpastian ekonomi global, tren pemangkasan karyawan, hingga perubahan kebutuhan keterampilan akibat teknologi. Lalu, apa sebenarnya career cushioning itu? Apakah kamu perlu melakukannya?
Career cushioning adalah strategi yang dilakukan oleh seorang profesional untuk mempersiapkan “bantal pengaman” karier jika sewaktu-waktu pekerjaan utamanya terganggu. Bentuknya bisa beragam, mulai dari mencari peluang kerja sampingan, membangun personal branding, memperluas jaringan profesional, hingga diam-diam melamar pekerjaan lain sambil tetap bekerja di perusahaan saat ini.
Istilah ini mirip dengan konsep “jaga-jaga” dalam karier. Artinya, kamu tidak hanya bergantung pada satu posisi atau satu perusahaan saja, melainkan selalu menyiapkan rencana cadangan agar tetap aman jika kondisi tidak berjalan sesuai harapan.
Di era penuh ketidakpastian ini, career cushioning dianggap sebagai langkah bijak. Berikut beberapa alasannya:
Career cushioning bisa dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:
Banyak orang yang ragu melakukan career cushioning karena khawatir dianggap tidak setia pada perusahaan. Padahal, career cushioning lebih pada bentuk manajemen risiko pribadi. Sama halnya dengan memiliki tabungan atau asuransi, career cushioning adalah upaya melindungi masa depan kariermu. Loyalitas tetap bisa dijaga, selama kamu tetap bekerja dengan profesionalisme di tempat kerja saat ini.
Baca juga: Apa Itu Gig Workers dan Mengapa Penting bagi Perusahaan di Indonesia?
Jawabannya: ya, perlu. Tidak ada salahnya menyiapkan rencana cadangan karier, bahkan jika kamu merasa nyaman dengan pekerjaan sekarang. Dengan career cushioning, kamu memiliki kendali lebih besar terhadap perjalanan kariermu, bukan hanya menunggu keputusan perusahaan.
Bagi kamu yang berada di Jakarta atau kota besar lainnya, menjalin hubungan dengan headhunter di Jakarta bisa menjadi langkah tepat. Headhunter memiliki akses luas ke perusahaan yang mencari kandidat potensial, sehingga peluangmu untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai akan semakin besar.
Selain itu, berkolaborasi dengan perusahaan outsourcing juga bisa menjadi jalan untuk mengeksplorasi karier di berbagai industri tanpa harus berpindah secara permanen.
Career cushioning adalah strategi cerdas untuk menghadapi ketidakpastian dunia kerja. Dengan memperkuat keterampilan, memperluas jaringan, dan membuka peluang lewat kerja sama dengan headhunter maupun perusahaan outsourcing, kamu bisa lebih siap menghadapi segala kemungkinan.
Jika kamu ingin tahu lebih lanjut mengenai peluang karier, butuh panduan membangun strategi kerja, atau sedang mencari mitra headhunter di Jakarta, RecruitFirst Indonesia siap membantu. Dengan pengalaman dan jaringan luas, kami dapat menjadi mitra andal dalam perjalanan karier maupun strategi rekrutmen perusahaan.
Hubungi kami sekarang untuk berdiskusi tentang langkah terbaik bagi karier dan masa depanmu.