Logo Recruit First White

Panduan Cara Membuat Standar Operasional Prosedur dengan Efektif

Recruit First
Learning from Recruiter
Publish Date: 28 Des 2023
Last Edited: 20 Nov 2024
Panduan Cara Membuat Standar Operasional Prosedur dengan Efektif

Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan panduan langkah-langkah yang sistematis untuk menjalankan suatu proses atau kegiatan dalam suatu organisasi. SOP yang efektif akan memberikan arahan yang jelas, meningkatkan efisiensi, dan memastikan konsistensi dalam pelaksanaan tugas. Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah untuk menyusun SOP yang efektif dan berbagai bentuk SOP yang dapat digunakan.

Apa itu Standar Operasional Prosedur?

Standard Operating Procedure (SOP), atau standar operasional prosedur dalam bahasa Indonesia, adalah dokumen yang berfungsi menjadi acuan untuk melakukan sebuah kegiatan di dalam perusahaan. SOP berfungsi untuk memastikan bahwa setiap anggota tim dalam perusahaan melakukan pekerjaannya dengan konsisten dan efisien.

SOP berisikan tahap-tahap yang detail untuk melakukan sebuah pekerjaan, semisal untuk divisi HR dalam melakukan rekrutmen karyawan. Dengan adanya acuan, proses bisnis perusahaan dapat berjalan lancar sebagaimana mestinya.

Apa Saja Langkah Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) yang Efektif?

Setelah memahami apa itu SOP dan manfaatnya, sekarang saatnya kamu memahami tahap pembuatan SOP perusahaan.

Agar dapat efektif, SOP harus dibuat dengan tepat. Jika tidak tepat, maka proses bisnis perusahaan dapat terhambat karena talenta tidak dapat melakukan pekerjaan dengan konsisten. Berikut adalah tahap membuat standar operasional prosedur yang efektif:

1. Menyusun Tujuan Akhir yang Diharapkan

Langkah pertama dalam menyusun SOP adalah menentukan tujuan akhir yang ingin dicapai. Jelaskan hasil yang diharapkan dari pelaksanaan SOP tersebut agar tim dapat memahami pentingnya SOP tersebut dan fokus pada pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

2. Memilih Format SOP yang Tepat

Setiap SOP dapat memiliki format yang berbeda-beda tergantung pada jenis proses atau kegiatan yang dijelaskan. Beberapa format SOP umum meliputi langkah-langkah tertulis berurutan, format hierarkis, format flowchart, format checklist, video, atau bahkan kursus interaktif. Pilih format yang paling sesuai dengan jenis dan kompleksitas SOP yang akan disusun.

3. Mendapatkan dan Mengolah Masukkan dari Tim

Buatlah tim penyusun SOP yang telah dibekali dengan pengetahuan tentang standar dan format yang perusahaan ingin terapkan. Libatkan perwakilan anggota dari tiap divisi tim di dalamnya. Pastikan bahwa perwakilan dari tim ini adalah orang-orang yang benar-benar kompeten di dalam pekerjaannya sehari-hari.

Libatkan tim yang terlibat dalam proses atau kegiatan yang akan diatur oleh SOP tersebut. Dapatkan masukan dari mereka untuk memastikan semua aspek yang relevan tercakup dalam SOP. Proses pengumpulan masukan ini juga dapat membantu meningkatkan keterlibatan dan kepemilikan tim terhadap SOP yang akan dibuat.

Baca Juga: Memahami Konsep Employee Engagement dan Manfaatnya

4. Menentukan Ruang Lingkup

SOP harus memiliki ruang lingkup yang jelas, artinya harus menentukan batasan dari proses atau kegiatan yang akan diatur. Tetapkan langkah-langkah yang perlu diikuti dan tetap fokus pada proses atau kegiatan yang spesifik.

5. Mengidentifikasi Audiens dengan Tepat

SOP harus ditulis dengan mempertimbangkan audiens yang akan menggunakannya. Misalnya, kamu bisa menggunakan bahasa yang mudah untuk dipahami oleh audiens perusahaan kamu. Jika SOP ditujukan untuk berbagai level keahlian, pisahkan instruksi yang lebih teknis dengan yang lebih umum agar setiap orang dapat memahaminya dengan baik.

6. Menulis Draft SOP

Mulailah menulis draft SOP berdasarkan langkah-langkah yang telah ditentukan sebelumnya. Pastikan setiap langkah dijelaskan dengan jelas, menggunakan kalimat yang singkat dan padat. Gunakan subjudul atau penomoran untuk mempermudah navigasi dan pemahaman.

8. Mendapatkan Persetujuan dari Pihak Berwenang

Pastikan bahwa SOP yang ada ini mendapatkan persetujuan dari pihak yang berwenang, seperti level C atau manager. Hal ini untuk memastikan bahwa alur kerja yang akan dijadikan standar telah sesuai dengan standar perusahaan.

8. Melakukan Peninjauan, Pengujian, dan Penyuntingan secara Berkala

Langkah terakhir dalam pembuatan standar operasional prosedur adalah memastikan bahwa SOP selalu sesuai dengan standar yang ada. SOP yang berlaku harus diperbarui secara berkala sesuai dengan perkembangan proses atau kegiatan yang diatur. Melakukan peninjauan dan pengujian terhadap SOP yang telah dibuat akan membantu mengidentifikasi kekurangan dan memastikan SOP tetap relevan dan efektif. Jika diperlukan, lakukan penyuntingan untuk meningkatkan kejelasan dan kemudahan penggunaan SOP.

Dalam Bentuk Apa Saja SOP di Perusahaan dapat Dibuat?

SOP dapat kamu buat tidak hanya dengan satu format tertulis saja, tetapi juga dengan format atau bentuk lainnya sesuai dengan ketersediaan platform dan kebutuhan perusahaan itu sendiri. Berikut ini adalah beberapa bentuk atau format SOP yang perlu kamu ketahui, yaitu:

1. Step-by-Step Written Format

Format ini adalah bentuk SOP yang paling umum digunakan. Berisi daftar langkah-langkah yang harus diikuti secara berurutan. Instruksi ditulis dengan jelas dan disertai dengan contoh jika diperlukan.

2. Hierarchical Format

Format ini menggunakan hierarki untuk mengorganisir informasi. Instruksi diorganisir berdasarkan tingkat kompleksitasnya, dengan subordinat yang mengikuti petunjuk dari atasan.

3. Flowchart Format

Format ini menggunakan diagram alur untuk memvisualisasikan langkah-langkah yang harus diikuti. Setiap langkah dihubungkan dengan panah yang menunjukkan urutan pelaksanaannya.

4. Checklist Format

Format ini berupa daftar poin yang harus diperiksa atau dicapai. Setiap langkah atau item akan dicentang setelah selesai dilakukan.

5. Video Format

Format ini menggunakan media video untuk menjelaskan langkah-langkah dalam SOP. Video dapat memberikan visualisasi yang lebih baik dan membantu pemahaman secara langsung.

6. Interactive Course

Format ini memadukan video, gambar, teks, dan pertanyaan interaktif untuk membantu pengguna belajar dan memahami SOP secara menyeluruh. Pengguna dapat melalui modul-modul secara berurutan dan diuji pemahamannya.

Menyusun SOP yang efektif adalah langkah penting dalam memastikan konsistensi dan efisiensi dalam menjalankan proses kerja, termasuk SOP untuk perekrutan talenta yang dibutuhkan perusahaan. Dengan mengikuti langkah-langkah yang telah disebutkan di atas dan memilih format SOP yang tepat, kamu dapat membuat SOP yang mudah dipahami dan dapat diikuti secara efektif. Oleh karena itu, kamu bisa menggunakan jasa rekrutmen talenta dari RecruitFirst yang memiliki perencanaan serta SOP yang disusun secara efektif dalam rangka mendapatkan sumber daya manusia terbaik untuk perusahaanmu. 

Sebagai perusahaan outsourcing berpengalaman, RecruitFirst adalah partner terpercaya bagi perusahaan untuk perencanaan kebutuhan sumber daya manusia dan pengelolaan proses rekrutmen, yang dapat meningkatkan kinerja perusahaanmu dan memastikan kelangsungan bisnis yang optimal.

Selain itu, RecruitFirst memiliki fitur tambahan untuk memenuhi semua kebutuhan administrasi bisnimu, seperti pembuatan tanda tangan digital yang sah, pemantauan kehadiran, dan pengelolaan dan penyimpanan data talenta. Untuk menikmati semua fiturnya, hubungi kami sekarang!

Pertanyaan Umum tentang Cara Membuat Standar Operasional Prosedur

Kapan waktu yang tepat untuk membuat SOP?

Waktu yang tepat untuk membuat atau menyusun SOP adalah saat organisasi atau perusahaan baru berdiri atau saat ada perubahan dalam proses bisnis.

Pada saat organisasi atau perusahaan baru berdiri, SOP diperlukan untuk memastikan bahwa proses bisnis berjalan dengan lancar dan konsisten. SOP juga dapat membantu organisasi atau perusahaan untuk menghindari kesalahan dan meningkatkan efisiensi.

Pada saat ada perubahan dalam proses bisnis, SOP perlu diperbarui untuk mencerminkan perubahan tersebut. Perubahan dalam proses bisnis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perubahan peraturan, perubahan teknologi, atau perubahan kebutuhan pelanggan.

Selain itu, SOP juga dapat dibuat atau disusun saat organisasi atau perusahaan ingin meningkatkan kualitas layanan atau produknya. SOP dapat membantu organisasi atau perusahaan untuk memastikan bahwa layanan atau produk yang diberikan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.

Secara umum, SOP dapat dibuat atau disusun kapan saja jika organisasi atau perusahaan ingin meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas.

Siapa yang bertanggung jawab membuat SOP?

Umumnya, tanggung jawab pembuatan SOP berada di tangan tim manajemen atau departemen SDM. Tim ini memiliki pemahaman yang baik tentang proses bisnis perusahaan dan dapat memastikan bahwa SOP yang dibuat akurat dan efektif. 

Dalam beberapa kasus, SOP dapat dibuat oleh pihak ketiga, seperti konsultan bisnis atau perusahaan pelatihan. Pihak ketiga ini dapat memberikan perspektif yang objektif dan membantu perusahaan untuk mengembangkan SOP yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuannya.

Debby Lim
Author
Debby Lim

As the business leader of RecruitFirst Indonesia, Debby brings over 13 years of industry experience to the team. With a wealth of knowledge across various industries, Debby excels at handling diverse roles and delivering exceptional results.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *