Logo Recruit First White

Perbedaan KPI dan OKR dalam Mengukur Kinerja Perusahaan

Recruit First
Learning from Recruiter
Publish Date: 30 Mei 2023
Last Edited: 01 Nov 2024
Perbedaan KPI dan OKR dalam Mengukur Kinerja Perusahaan

OKR dan KPI sering kali dianggap mirip, tetapi sebenarnya keduanya memiliki perbedaan yang cukup mendasar dalam cara mereka digunakan untuk menilai keberhasilan suatu perusahaan atau tim. KPI, singkatnya, adalah indikator-indikator spesifik yang dipakai untuk memantau kinerja. Biasanya, KPI mencakup angka-angka atau data yang bisa diukur, seperti jumlah penjualan, tingkat kepuasan pelanggan, atau tingkat retensi karyawan. Dengan kata lain, KPI membantu perusahaan melihat sejauh mana mereka berhasil mencapai target yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Di sisi lain, OKR lebih fokus pada bagaimana sebuah perusahaan atau tim menetapkan tujuan yang jelas dan ambisius. OKR biasanya terdiri dari dua bagian: tujuan (objectives) yang bersifat inspiratif dan hasil kunci (key results) yang terukur. Tujuan ini dibuat agar memberikan arah yang jelas bagi tim, sementara hasil kunci berfungsi sebagai alat ukur konkret untuk melihat apakah tujuan tersebut tercapai atau tidak. Biasanya, setiap tujuan dalam kerangka OKR akan memiliki tiga hingga lima hasil kunci yang harus dicapai.

Jadi, meskipun keduanya sama-sama digunakan untuk mengukur kinerja, KPI lebih fokus pada hasil-hasil spesifik yang sudah ditentukan sebelumnya, sedangkan OKR lebih menekankan pada proses menetapkan tujuan besar dan kemudian memecahnya menjadi hasil-hasil yang bisa diukur secara jelas.

Apa Itu OKR?

Objective Key Result (OKR) adalah kerangka penetapan tujuan yang bersifat kolaboratif dan berguna dalam membantu perusahaan untuk mencapai tujuan yang sistematis dan terukur.

Singkatnya, OKR merupakan metode yang digunakan perusahaan dalam melacak setiap kemajuan serta menciptakan keselarasan dan keterlibatan karyawan melalui tujuan yang dicapai.

Tujuan perusahaan yang ditetapkan dalam OKR haruslah bersifat konkret, berorientasi pada tindakan, dan terus menghasilkan kemajuan. Idealnya, OKR yang telah dirancang juga bisa digunakan dalam mengoreksi langkah eksekusi yang kurang tepat.

OKR ditemukan oleh Andy Grove ketika menjabat menjadi CEO Intel sebagai cara untuk menetapkan tujuan yang ingin dicapai dalam perusahaan. Dalam penerapannya, OKR dinilai berhasil sehingga Intel bisa mendulang kesuksesan hingga saat ini.

OKR kemudian dipopulerkan oleh  John Doerr, salah satu karyawan Andy Grove, pada tahun 1970-an. Keberhasilan OKR dalam mencapai tujuan membuat metode ini banyak diterapkan perusahaan masa kini.

Apa Itu KPI?

Berbeda dengan OKR, Key Performance Indicator (KPI) lebih berfokus pada pencapaian yang dihasilkan oleh kinerja setiap karyawan. KPI berguna dalam mengukur kinerja serta membantu perusahaan dalam membuat keputusan terkait hasil pencapaian tersebut.

KPI memberikan data akurat yang bermanfaat dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan karyawan. Data dari KPI berguna bagi perusahaan untuk menilai kinerja karyawannya serta kontribusi dan dampak signifikan dari tanggung jawab yang diberikan kepada mereka.

KPI sendiri dicetuskan oleh Peter Drucker, seorang konsultan di bidang manajemen, pada awal tahun 1990-an. Drucker menyarankan KPI untuk membantu perusahaan agar lebih maksimal dalam memahami setiap kemajuan atau pencapaian karyawan terkait target perusahaan.

Baca Juga: 8 Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan

Apa Perbedaan KPI dan OKR?

Selain perbedaan definisi yang sudah disebutkan sebelumnya, masih ada beberapa hal lain yang membedakan antara KPI dan OKR, terutama dalam hal tujuan dan cara penerapannya. Yuk, kita coba bahas lebih lanjut mengenai perbedaan dari kedua alat pengukuran ini.

1. Berdasarkan Tujuan

OKR berfungsi sebagai alat untuk menggambarkan bagaimana tujuan-tujuan tertentu ditetapkan, serta strategi-strategi yang digunakan untuk mencapainya. Setiap karyawan biasanya memiliki OKR masing-masing, karena strategi yang digunakan bisa berbeda-beda tergantung pada target yang ingin dicapai. OKR lebih berkaitan dengan pengukuran tujuan yang akan datang, atau dengan kata lain, fokusnya lebih ke arah masa depan.

Sementara itu, KPI lebih digunakan untuk mengukur kemajuan atau perkembangan, baik secara individu maupun bisnis, dengan menggunakan data kuantitatif seperti grafik atau angka. Misalnya, jumlah pengunjung situs web perusahaan dalam kurun waktu tertentu. Jadi, KPI lebih fokus pada pengukuran hasil yang sudah dicapai setelah suatu periode selesai.

2. Berdasarkan Jumlah Target yang dibuat

Perbedaan lainnya adalah jumlah target yang ingin dicapai. Dalam OKR, biasanya target yang ditetapkan terdiri dari 1 hingga 5 tujuan utama, dan maksimal bisa mencapai 10 tujuan. Sedangkan dalam KPI, jumlah target biasanya lebih sedikit, hanya sekitar 1 hingga 4 tujuan saja.

3. Berdasarkan Waktu

Baik KPI maupun OKR sama-sama membutuhkan batasan waktu agar karyawan bisa tetap disiplin dalam mencapai target mereka. Pada OKR, waktu biasanya dibagi menjadi kuartal atau setiap tiga bulan sekali. Jadi dalam setahun ada empat periode kuartal. Sedangkan untuk KPI, jangka waktunya bisa lebih panjang, misalnya setiap enam bulan sekali atau bahkan setahun penuh, tergantung pada tujuan yang ingin dicapai.

4. Berdasarkan Penyusunan Target

OKR cenderung lebih fleksibel dan tidak terlalu rumit untuk disusun. Biasanya, target OKR bisa dibicarakan bersama rekan kerja atau atasan tanpa terlalu banyak prosedur formal. Sebaliknya, KPI seringkali membutuhkan rincian yang lebih mendalam dan harus didukung oleh berbagai laporan seperti laporan analitik (analytical report), laporan operasional (operational report), dan laporan strategis (strategic report).

Setiap jenis laporan ini memiliki fungsi masing-masing; misalnya laporan analitik memberikan gambaran rinci tentang nilai KPI dan dampaknya terhadap hasil kerja, sementara laporan operasional memberikan informasi tentang kondisi kerja sehari-hari.

5. Berdasarkan Bentuk Tujuannya

Terakhir, perbedaan lainnya terletak pada bentuk tujuannya. OKR biasanya bersifat kualitatif dan tidak memerlukan grafik atau angka untuk menjelaskannya. Hal ini membuat OKR lebih mudah dipresentasikan kepada tim atau rekan kerja karena tidak perlu terlalu banyak data numerik. Sebaliknya, KPI bersifat kuantitatif sehingga memerlukan angka-angka atau grafik untuk menjelaskan pencapaiannya dengan jelas. 

Kamu bisa melihat rangkuman perbedaan KPI dan OKR melalui tabel di bawah ini.

OKRKPI
Fokus terhadap pengukuran pencapaian target.Fokus terhadap pencapaian individu.
Jumlah target yaitu 1 sampai 5 capaian, maksimal 10 capaian.Jumlah target 1 sampai 4 capaian
Dibuat dalam 4 kuartalDibuat dalam 6 bulan atau 1 tahun
Penyusunan target fleksibel Penyusunan target lebih detail
Target ditetapkan secara kualitatifTarget dibuat secara kuantitatif dengan bagan atau angka

Baca juga: Indikator Produktivitas Kerja dan Cara Mengukurnya

Cara menetapkan OKR dan KPI

Untuk menetapkan KPI dan OKR yang efektif, ada beberapa langkah penting yang bisa Anda ikuti agar prosesnya berjalan lebih lancar dan terarah. Berikut adalah penjelasan mengenai cara menetapkan KPI dan OKR dengan gaya bahasa yang lebih santai dan percakapan.

Menetapkan KPI

  1. Pahami tujuan bisnis dan strategi
    Sebelum mulai menetapkan KPI, pastikan Anda sudah benar-benar mengerti apa saja tujuan utama bisnis serta strategi yang ingin dijalankan. Coba pikirkan elemen-elemen penting yang bisa membantu perusahaan mencapai visi besarnya. Ini akan menjadi dasar dalam menentukan langkah-langkah selanjutnya.
  2. Tentukan area yang perlu diukur
    Lihat kembali berbagai aspek dalam bisnis, seperti pemasaran, penjualan, keuangan, hingga operasional. Pilihlah area-area yang menurut Anda paling krusial untuk mendukung tujuan utama. Fokuskan pengukuran kinerja di bagian-bagian tersebut agar hasilnya lebih relevan.
  3. Pilih indikator yang sesuai
    Setelah menemukan area yang mau diukur, pilih indikator kinerja (KPI) yang paling cocok untuk setiap bagian tersebut. Pastikan setiap indikator ini punya kaitan langsung dengan tujuan yang ingin dicapai sehingga hasil pengukurannya bisa memberikan gambaran jelas tentang bagaimana kinerja berjalan.
  4. Pastikan KPI bisa diukur dan spesifik
    Setiap KPI harus punya definisi yang jelas dan parameter pengukuran yang konkret. Tujuannya supaya semua orang di perusahaan bisa memahami apa yang sedang diukur dan bagaimana hasilnya dinilai. Jangan lupa untuk menetapkan target kinerja yang realistis tapi tetap menantang agar bisa jadi tolok ukur apakah kinerja sudah sesuai harapan atau belum.
  5. Manfaatkan teknologi untuk memudahkan pengukuran
    Gunakan sistem teknologi atau software khusus untuk membantu mengumpulkan data dan menganalisis KPI secara otomatis. Dengan begitu, Anda bisa memantau hasil secara real-time dan mendapatkan informasi penting dengan cepat.

Menetapkan OKR

  1. Merumuskan tujuan (objectives)
    Langkah pertama dalam menetapkan OKR adalah merumuskan tujuan utama yang ingin dicapai oleh perusahaan. Tujuan ini sebaiknya mencerminkan aspirasi besar perusahaan serta arah strategis yang ingin dituju. Pastikan juga bahwa tujuan tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan atau performa bisnis secara keseluruhan.
  2. Jelaskan tujuan dengan rinci
    Saat merumuskan tujuan, hindari penggunaan bahasa yang terlalu umum atau abstrak. Sebaliknya, buatlah deskripsi tujuan yang jelas dan mudah dipahami oleh siapa pun yang membacanya. Tentukan juga parameter-parameter tertentu agar Anda bisa menilai sejauh mana tujuan tersebut tercapai.
  3. Identifikasi hasil kunci (key results)
    Setelah menentukan tujuan, langkah berikutnya adalah merinci hasil-hasil kunci yang perlu dicapai untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut. Hasil-hasil ini harus spesifik, terukur, dan dapat dinilai secara kuantitatif sehingga Anda punya gambaran konkret tentang progres yang sedang berlangsung.
  4. Lakukan peninjauan secara berkala
    Selama periode OKR berlangsung, jangan lupa untuk melakukan peninjauan secara rutin terhadap progres yang sudah dicapai. Identifikasi hambatan-hambatan apa saja yang mungkin muncul dan lakukan penyesuaian jika diperlukan. Jika ada perubahan arah strategi perusahaan, sesuaikan juga OKR-nya agar tetap relevan dengan situasi terbaru.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat membuat KPI dan OKR yang lebih terarah serta membantu perusahaan mencapai tujuannya dengan lebih efektif.

KPI atau OKR? Mana yang Lebih Baik?

Kini, kamu sudah mengenal dan memahami perbedaan KPI dan OKR. Keduanya merupakan pilihan yang tepat dalam mengukur tujuan atau kinerja yang telah dilakukan. Lantas, manakah di antara KPI dan OKR yang lebih ideal untuk diterapkan dalam perusahaan?

Singkatnya, kamu perlu membuat OKR terlebih dahulu untuk menetapkan tujuan yang ingin dicapai. Setelah membuat OKR, kamu bisa membuat KPI untuk mengukur setiap kinerja dan kontribusi karyawan dalam mencapai tujuan tersebut. Intinya, baik KPI maupun OKR bisa saling mendukung satu sama lain dengan fungsinya masing-masing.

KPI dan OKR merupakan dua metode terukur yang bisa dikolaborasikan untuk mencapai tujuan perusahaan. Dalam mencapai tujuan tersebut, tentunya kamu ingin mendapatkan karyawan yang bisa memenuhi KPI dan OKR yang telah ditetapkan.

RecruitFirst yakin bahwa setiap perusahaan memiliki tujuannya masing-masing dan ingin mencapai kesuksesannya. Oleh sebab itu, kamu dapat menggunakan jasa RPO dan BPO untuk menemukan kandidat yang tepat. Hubungi kami sekarang dan capai tujuanmu bersama RecruitFirst.

Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Membuat Key Performance Indicator dengan Tepat

Debby Lim
Author
Debby Lim

As the business leader of RecruitFirst Indonesia, Debby brings over 13 years of industry experience to the team. With a wealth of knowledge across various industries, Debby excels at handling diverse roles and delivering exceptional results.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *