Logo Recruit First White

Menggali Karakter Kandidat dengan Pertanyaan yang Tepat Saat Wawancara 

RecruitFirst
Learning from Recruiter
Publish Date: 23 Okt 2024
Last Edited: 25 Okt 2024
Menggali Karakter Kandidat dengan Pertanyaan yang Tepat Saat Wawancara 

Dalam merekrut karyawan baru, karakter kandidat sangat penting. Selain kemampuan dan pengalaman, karakter dapat mencerminkan etos kerja di lingkungan baru. Oleh karena itu, perekrut perlu memiliki strategi jelas untuk menggali karakter kandidat.

Pertanyaan yang tepat dibutuhkan untuk menggali karakter kandidat saat wawancara. Apa saja langkah yang sebaiknya dilakukan? Apa pertanyaan yang sepatutnya diajukan? Simak lebih lanjut di sini!

Memahami Konteks Budaya Perusahaan

Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum merumuskan pertanyaan adalah mempelajari budaya perusahaan klien. Misalnya, apakah perusahaan tersebut mendorong komunikasi yang terbuka, atau lebih memilih pendekatan formal.

Memahami budaya perusahaan klien dapat membantumu menyesuaikan pertanyaan yang akan diajukan. Kecocokan karakter kandidat dengan budaya klien juga dapat terlihat.

Meramu Pertanyaan yang Tepat

Tahap selanjutnya adalah meramu pertanyaan. Pastikan kamu menyiapkan pertanyaan yang tepat. Fokuslah pada beberapa aspek kunci yang dapat menggambarkan karakter kandidat secara keseluruhan. 

Lantas, apa saja aspek penting yang perlu ditanyakan?

1. Cara Memimpin Tim

Pertanyaan tentang kepemimpinan bisa sangat beragam. Kamu bisa mulai dengan pertanyaan seperti, “Bagaimana cara Anda mendelegasikan suatu tugas?” Pertanyaan ini dapat membantu memahami gaya kepemimpinan kandidat—apakah mereka lebih suka memberi arahan yang jelas, atau membiarkan anggota tim berdiskusi dan mencari solusi bersama.

Setelah itu, kamu bisa menanyakan cara mereka memilih penanggung jawab untuk setiap divisi dalam setiap proyek. Pertanyaan ini dapat membantu menggali lebih dalam tentang cara kandidat mengatur tanggung jawab dalam tim.

2. Kemampuan Memecahkan Masalah

Kemampuan kandidat dalam menghadapi tantangan juga tak kalah penting. Selama bekerja nantinya, kandidat tentu akan bertemu dengan masalah yang harus diselesaikan baik sendiri maupun bersama. Maka cara kandidat memecahkan masalah secara individual dan kelompok perlu diketahui.

Anda dapat mengajukan pertanyaan seperti, “Ketika menghadapi kritik, bagaimana cara Anda memberi tahu tim? Bagaimana cara memperbaiki masalah tersebut?”.

Apakah mereka melihat kritik sebagai peluang untuk belajar atau ancaman? Ini juga akan menunjukkan cara mereka berkomunikasi dengan anggota tim saat menyelesaikan masalah.

Baca juga: Apa itu Unpaid Leave? Simak Aturan & Cara Menghitungnya!

3. Membantu Tim Mencapai Target

Kontribusi yang diberikan kandidat untuk tim pun aspek yang krusial. Untuk mengetahui hal ini, kamu bisa memberikan studi kasus masalah yang umumnya terjadi dalam tim dan tanyakan, “Dalam situasi ini, bagaimana Anda akan membantu tim Anda menyelesaikan masalah? Langkah konkret apa yang akan Anda ambil?”.

Melalui pertanyaan ini, kamu bisa menilai kemampuan kandidat berpikir kritis dan berkolaborasi. Selain itu, perhatikan cara mereka menjelaskan peran mereka dalam menyelesaikan masalah—apakah mereka cenderung mengambil inisiatif atau menunggu instruksi.

4. Menggali Lebih Dalam

Setelah pertanyaan-pertanyaan inti diajukan, jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan lanjutan berdasarkan jawaban kandidat. Hal ini dapat membantu Anda menggali lebih dalam dan memahami pandangan mereka.

Misalnya, jika kandidat menjelaskan cara mereka menyelesaikan konflik dalam tim, Anda bisa bertanya lebih lanjut, “Apa yang kamu pelajari dari pengalaman tersebut?”.

5. Membaca Bahasa Tubuh

Selain pertanyaan verbal, perhatikan juga bahasa tubuh kandidat. Cara mereka menjawab pertanyaan, ekspresi wajah, dan sikap tubuh dapat memberikan gambaran lebih lanjut tentang karakter mereka. 

Kandidat yang percaya diri biasanya akan menunjukkan kontak mata yang baik dan sikap terbuka. Sebaliknya, jika mereka terlihat gelisah atau menghindari kontak mata, ini bisa menjadi tanda bahwa mereka kurang nyaman atau tidak jujur dalam menjawab.

6. Menciptakan Suasana Santai

Terakhir, penting untuk menciptakan suasana wawancara yang santai. Kandidat akan lebih terbuka dan jujur jika mereka merasa nyaman. 

Ini bisa dimulai dengan beberapa pertanyaan ringan atau pernyataan ramah untuk mengurangi ketegangan. Misalnya, dengan menanyakan hobi mereka di luar pekerjaan. Hal ini dapat membantu mereka merasa lebih nyaman dalam berbagi informasi tentang diri mereka.

Menggali karakter dan kepribadian kandidat tidaklah mudah, tetapi dengan strategi yang tepat, kamu dapat memperoleh wawasan yang membantu proses rekrutmen.

Dengan pendekatan ini, kamu akan lebih mudah menemukan kandidat yang tidak hanya terampil dan berpengalaman, tetapi juga karakter yang sesuai dengan budaya perusahaan.

Jika kamu sedang mencari kandidat yang tepat untuk perusahaanmu, pertimbangkan menggunakan jasa RecruitFirst

Dengan strategi rekrutmen yang efektif, kami sebagai perusahaan outsourcing siap membantu menemukan talenta terbaik yang sesuai dengan kebutuhan. Hubungi kami untuk memulai proses rekrutmen yang lebih efisien!

Baca juga: Work Life Balance, Kunci Retensi Karyawan di Era Kompetitif

Dewi Noviana
Author
Dewi Noviana

Novi, our Principal Consultant, brings over 8 years of experience in Sales, Business Development, Marketing, Key Account Management, and Recruitment across industries such as IT, Finance, Logistics, and Manufacturing. Her extensive expertise ensures effective solutions and strategic insights. Trust Novi to drive your business forward with her proven track record.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *