Promosi jabatan merupakan salah satu momen yang paling ditunggu oleh banyak karyawan. Selain menandakan adanya pengakuan atas kinerja, promosi juga biasanya diikuti dengan peningkatan tanggung jawab dan tentunya kenaikan gaji. Namun, seberapa besar sebenarnya kenaikan gaji yang diberikan perusahaan di Indonesia saat promosi?
Berdasarkan laporan terbaru Jobstreet, sebanyak 62% pelaku usaha di Indonesia mengaku telah memberikan promosi kepada pekerja mereka sepanjang tahun 2024. Angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 67%. Meski terjadi penurunan, data ini menunjukkan bahwa promosi masih menjadi strategi penting perusahaan dalam menjaga motivasi dan retensi karyawan.
Mayoritas karyawan yang dipromosikan menerima kenaikan gaji lebih dari 6%. Namun, terdapat tren menarik: proporsi karyawan yang menerima kenaikan gaji kecil (1–5%) meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun promosi tetap diberikan, tidak semua kenaikan gaji mengikuti tren yang signifikan.
“Mayoritas karyawan yang dipromosikan menerima kenaikan gaji lebih dari 6%, meskipun lebih banyak karyawan yang diberi kenaikan gaji yang lebih kecil, yakni 1% hingga 5%, dibandingkan tahun sebelumnya,” jelas Jobstreet dalam laporannya.
Kondisi ini memperlihatkan adanya penyesuaian strategi kompensasi di banyak perusahaan, terutama di tengah tantangan ekonomi dan pengetatan anggaran.
Meskipun kenaikan gaji tidak selalu besar, promosi tetap menjadi langkah positif yang sangat penting dalam dunia kerja. Ada beberapa alasan mengapa promosi memiliki dampak besar, baik bagi karyawan maupun pemberi kerja:
“Meski begitu, promosi tetap menjadi langkah positif untuk memotivasi karyawan agar tetap bekerja di perusahaan dan mengejar pertumbuhan karier, yang pada akhirnya menguntungkan para pemberi kerja,” lanjut Jobstreet.
Selain promosi dan kenaikan gaji, pemberian bonus juga menjadi salah satu faktor yang menarik bagi karyawan. Menurut laporan yang sama, hampir 80% perusahaan memberikan bonus dalam berbagai bentuk sepanjang tahun 2024.
Bonus kinerja menjadi jenis bonus yang paling populer. Besaran pembayaran bonus rata-rata bahkan meningkat menjadi sekitar 3 bulan gaji, lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa meski kenaikan gaji mungkin melambat, perusahaan masih mencari cara lain untuk menjaga kepuasan dan loyalitas karyawan mereka.
Di tengah dinamika pasar tenaga kerja, banyak perusahaan mulai bekerja sama dengan perusahaan rekrutmen atau employment agency untuk merancang strategi pengembangan SDM yang lebih efektif. Perusahaan rekrutmen dapat membantu dalam merancang struktur kompensasi yang kompetitif, mengidentifikasi talenta internal yang siap dipromosikan, hingga memberikan insight pasar terkait tren gaji di berbagai industri.
Salah satu employment agency terkemuka di Indonesia adalah RecruitFirst Indonesia. Dengan pengalaman dan jaringan luas, RecruitFirst Indonesia dapat menjadi mitra strategis bagi perusahaan yang ingin meningkatkan efektivitas promosi, retensi, dan rekrutmen karyawan berkualitas.
Baca juga: Apa Itu Silent Layoff dan Bagaimana Dampaknya bagi Karyawan?
Promosi masih menjadi salah satu faktor penting dalam membangun loyalitas dan motivasi karyawan di Indonesia. Meskipun jumlah perusahaan yang memberikan promosi turun dari 67% ke 62% pada 2024, praktik ini tetap menjadi strategi utama dalam manajemen SDM. Mayoritas karyawan yang dipromosikan menikmati kenaikan gaji di atas 6%, namun perusahaan juga semakin banyak yang memberikan kenaikan gaji dalam rentang 1–5%.
Selain itu, pemberian bonus tetap menjadi daya tarik penting, dengan sekitar 80% perusahaan memberikan bonus dan jumlahnya meningkat hingga 3 bulan gaji.
Bagi perusahaan yang ingin merancang strategi promosi dan retensi yang efektif, bekerja sama dengan perusahaan rekrutmen profesional seperti RecruitFirst Indonesia bisa menjadi langkah strategis.
Hubungi kami untuk mengetahui bagaimana kami dapat membantu perusahaan Anda dalam merekrut, mengembangkan, dan mempertahankan talenta terbaik.