Logo Recruit First White

Biaya Outsourcing: Jenis dan Faktor yang Memengaruhi

RecruitFirst
You Ask, We Answer
Publish Date: 25 Okt 2024
Last Edited: 25 Okt 2024
Biaya Outsourcing: Jenis dan Faktor yang Memengaruhi

Saat menjalankan bisnis, kamu pasti ingin segalanya berjalan dengan lancar dan efisien. Salah satu cara untuk mencapai efisiensi tersebut yaitu dengan menerapkan sistem outsourcing. Melalui outsourcing, perusahaan dapat mengalihdayakan beberapa tugas atau fungsi tertentu kepada pihak ketiga yang lebih ahli sehingga kamu bisa fokus pada aspek inti bisnis.

Namun, sebelum memutuskan untuk menggunakan layanan outsourcing, ada baiknya kamu memahami lebih dalam tentang pengertian, jenis-jenis, serta biaya outsourcing yang harus dikeluarkan. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

Apa itu Outsourcing?

Outsourcing adalah proses mempekerjakan pihak ketiga untuk mengelola tugas atau fungsi tertentu dalam sebuah perusahaan. Dengan kata lain, kamu bisa menyerahkan beberapa fungsi, seperti perekrutan, penggajian, atau mutasi karyawan kepada perusahaan outsourcing. Dengan begitu, kamu bisa fokus pada inti bisnis tanpa harus mengkhawatirkan operasional harian yang kompleks.

Baca juga: Perusahaan Alih Daya: Cara Kerja dalam Mendapatkan Kandidat Terbaik

Jenis-Jenis Outsourcing

Dalam praktiknya, ada beberapa jenis outsourcing yang biasa digunakan oleh perusahaan, masing-masing memiliki tujuan dan keuntungan yang berbeda. Berikut adalah beberapa jenis outsourcing:

1. Professional Outsourcing

Professional outsourcing merupakan jenis alih daya yang melibatkan penyediaan layanan dari para profesional di bidang tertentu. Misalnya, kamu bisa menyewa penyedia jasa di bidang hukum, keuangan, pajak, IT, atau pemasaran. Mereka adalah para ahli di bidangnya dan dipekerjakan untuk menangani tugas-tugas yang memerlukan keahlian spesifik. Skill ini mungkin tidak dimiliki oleh staf internal perusahaan kamu.

2. Outsourcing Tenaga Kerja Kerah Biru (Blue Collar)

Outsourcing tenaga kerja kerah biru (blue collar) melibatkan pekerjaan yang lebih bersifat fisik atau teknis, seperti operator pabrik, teknisi, pekerja konstruksi, staf kebersihan, hingga petugas keamanan. Jadi, alih-alih merekrut sendiri dan mengelola semua kebutuhan pekerja tersebut, kamu bisa mengandalkan penyedia jasa outsourcing yang akan mengurus semuanya, mulai dari perekrutan hingga penggajian.

Nah, hal ini bisa menjadi solusi praktis untuk mengurangi biaya operasional karena kamu tidak perlu repot mengelola karyawan dalam jumlah besar dan bisa fokus pada operasional inti bisnismu.

Biaya Layanan Outsourcing

Setiap jenis layanan outsourcing memiliki biaya tertentu yang harus kamu pertimbangkan. Berikut adalah beberapa faktor yang memengaruhi biaya outsourcing:

1. Biaya Administratif

Layanan outsourcing melibatkan pengelolaan administrasi, seperti penggajian, pajak, dan kepatuhan terhadap peraturan ketenagakerjaan. Nah, perusahaan outsourcing akan membebankan biaya untuk tugas-tugas administratif tersebut.

Misalnya, admin HR akan mengurus penggajian dan absensi karyawan, sementara admin pajak memastikan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan. Biaya ini biasanya dihitung berdasarkan jumlah karyawan yang dikelola. Dengan menggunakan layanan outsourcing, kamu bisa meningkatkan efektivitas dalam pekerjaan sehari-hari karena sudah ada pihak yang mengurus hal-hal tersebut.

2. Biaya Terms of Payment (TOP)

Dalam outsourcing, terdapat sistem Terms of Payment atau jangka waktu pembayaran yang menentukan kapan perusahaan harus membayar gaji karyawan alih daya. Jika pembayaran dilakukan di luar jangka waktu yang disepakati, perusahaan outsourcing akan menetapkan biaya tambahan.

Hal ini membuat kamu bisa mengelola arus kas bisnismu dengan lebih baik karena sudah tahu kapan harus melakukan pembayaran. Dengan kata lain, kamu dapat melakukan persiapan sebelum harus mengeluarkan biaya untuk pembayaran gaji karyawan.

Baca juga: Dari Efisiensi hingga Biaya, Simak 6 Kelebihan Outsourcing bagi Perusahaan

3. Biaya Pembagian Risiko

Outsourcing bukan hanya tentang mengalihkan tugas ke pihak lain, tetapi juga berbagi risiko. Misalnya, jika terjadi ketidakpuasan karyawan atau masalah ketenagakerjaan lainnya, perusahaan outsourcing yang akan menangani hal tersebut. Alhasil, kamu tidak perlu terlibat langsung.

Selain itu, layanan ini juga bisa membantu kamu untuk meminimalkan kejadian yang tidak diinginkan, seperti penipuan. Hal ini sehubungan dengan adanya protokol keamanan yang diterapkan oleh perusahaan outsourcing dalam proses perekrutan.

4. Biaya untuk Mempertahankan Netralitas Merek

Selain pembagian risiko, perusahaan outsourcing juga mengenakan biaya tambahan untuk menjaga citra atau netralitas merek klien. Hal ini utamanya jika terjadi situasi yang tidak menguntungkan, seperti:

  • Kasus hukum.
  • Keluhan konsumen.
  • Pemutusan hubungan kerja secara sepihak. 

Tujuannya yaitu untuk memastikan bahwa nama perusahaanmu tidak tercemar dalam situasi tersebut karena pihak outsourcing yang akan menanganinya dengan profesional.

5. Biaya Pengetahuan Keahlian

Jika kamu menggunakan outsourcing untuk layanan profesional di bidang hukum, perpajakan, atau peraturan perundang-undangan, biayanya akan lebih tinggi dibandingkan outsourcing tenaga kerja biasa. Hal ini disebabkan oleh adanya kualifikasi mengenai keahlian khusus tersebut serta tanggung jawab besar yang ditanggung oleh pihak penyedia jasa.

6. Biaya Perekrutan Tenaga Kerja

Proses perekrutan tenaga kerja adalah salah satu komponen utama dalam layanan outsourcing. Perusahaan alih daya biasanya membebankan biaya untuk setiap karyawan baru yang direkrut, baik dalam bentuk biaya tetap atau persentase dari gaji tahunan mereka. Biaya ini mencakup seluruh proses, mulai dari mencari kandidat, seleksi, hingga penempatan.

Dengan begitu, perusahaan outsourcing memudahkan kamu untuk menemukan kandidat yang tepat dengan biaya perekrutan yang minim. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan kumpulan data tenaga kerja yang telah dimiliki oleh perusahaan outsourcing saat melakukan proses perekrutan.

Itulah penjelasan mengenai biaya outsourcing, mulai dari pengertian, jenis-jenis, dan biayanya. Menggunakan layanan outsourcing bukan hanya soal mengurangi beban pekerjaan, tetapi juga tentang mengoptimalkan sumber daya agar bisnis bisa lebih berkembang. Dengan perusahaan alih daya, kamu dapat menyerahkan urusan administrasi, perekrutan, hingga pengelolaan tenaga kerja kepada pihak yang lebih berpengalaman.

Namun, penting untuk memilih penyedia outsourcing yang tepat agar keputusanmu memberikan hasil maksimal. Nah, kamu bisa menggunakan layanan outsourcing dari RecruitFirst Indonesia.

RecruitFirst Indonesia merupakan salah satu perusahaan alih daya yang bisa membantu kamu menemukan karyawan berkualitas sesuai dengan kebutuhan bisnis. Selain mengurus proses perekrutan, RecruitFirst Indonesia juga akan membantu dalam hal migrasi, pengelolaan, dan evaluasi kinerja karyawan dengan klien.

Tunggu apa lagi? Yuk, hubungi kami sekarang juga dan dapatkan layanan outsourcing terbaik untuk perkembangan bisnis kamu bersama RecruitFirst Indonesia.

Baca juga: 6 Cara Negosiasi Gaji yang Efektif Bagi Perusahaan

Kelvin
Author
Kelvin

With over 10 years of experience in the Retail and FMCG industries, Kelvin is an expert in local and regional HR regulations and practices. As a pioneer team member at RecruitFirst Indonesia, he advises clients, candidates, and consultants with keen insight. Kelvin's perceptive approach has helped numerous multinational brands with their manpower outsourcing and marketing needs.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *