APINDO menyatakan bahwa sekitar Gen Z jadi penyumbang pengangguran terbesar di Indonesia. Sebanyak 67% dari total pengangguran di Indonesia berasal dari kelompok usia 15–29 tahun, di mana angka tersebut setara dengan ±4,9 juta orang.
APINDO menjelaskan bahwa banyak dari mereka lantas memilih bekerja di sektor informal atau gig economy—yang cenderung rentan dan kurang stabil—ketimbang mendapat pekerjaan formal.
Meski data resmi menunjukkan penurunan angka pengangguran nasional, APINDO mengkritik definisi “bekerja” di statistik yang memungkinkan seseorang dianggap bekerja walau hanya satu jam per minggu. Hal ini dianggap menyembunyikan kondisi sebenarnya bahwa banyak dari mereka yang “terserap” di pekerjaan dengan jam minimal dan stabilitas rendah yang belum tentu memenuhi harapan karier jangka panjang mereka.